Minggu, 04 Desember 2016

Menjaga dan merawat tubuh sebagai rasa syukur kepada Tuhan


5 Cara Merawat Tubuh Agar Selalu Sehat dan Bugar


Mempunyai penampilan yang menarik merupakan impian banyak orang, baik oleh pria apalagi wanita. Tetapi penampilan yang menarik tidak akan terwujud begitu saja. Ada banyak hal yang harus kamu lakukan agar dapat mempunyai penampilan yang menarik.
Untuk membantu mendapatkan penampilan yang menarik, kamu bisa saja menggunakan pakaian dengan model dan desain terbaik. Akan tetapi, bagaimana kalau kamu tidak mempunyai tubuh yang proporsional? Kalau kamu mempunyai tubuh yang tidak proporsional dan tidak terawat, tentu impianmu untuk mempunyai penampilan yang menarik akan sedikt terganggu.
Jika berbicara tentang masalah bentuk tubuh, para wanita adalah orang yang sangat memperhatikannya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa pria tidak memperhatikannya juga. Jika ingin membentuk tubuh yang ideal, maka kamu harus merawat kesehatan dan kebugaran tubuh. Jika malas merawat kesehatan dan kebugaran tubuh, jangan harap ingin mempunyai bentuk tubuh yang ideal.
Selain itu, banyak juga orang yang menggunakan jalan pintas demi mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Dari pada menggunakan jalan pintas yang akan memberikan efek samping yang tidak baik bagi tubuh, mending memakai cara alami. Dengan merawat tubuh secara alami. Jika konsisten dilakukan, nanti juga dengan sendirinya kamu akan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.  Lantas, bagaimana cara merawat tubuh yang benar? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Berolahraga

lighthouse-indonesia.com
lighthouse-indonesia.com
Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari berolahraga. Diantaranya bisa membuat tubuh sehat dan bugar. Agar bisa mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, sebaiknya kamu berolahraga secara rutin dan teratur setiap harinya. Misalkan saat pagi hari kamu menyempatkan waktu untuk jogging selama 15 menit mengelilingi area komplek rumah. Ataupun jika kamu termasuk tipe orang yang sangat sibuk, kamu bisa menyempatkan waktu setidaknya dua kali dalam seminggu untuk berolahraga.
2

Pola Makan Sehat

watiratna254.wordpress.com
watiratna254.wordpress.com
Selain dengan berolahraga, kamu juga harus bisa menjaga pola makan setiap harinya. Pola makan sehat harus kamu terapkan pada setiap kegiatan yang dijalani. Pola makan sehat itu contohnya kebutuhan makanan 4 sehat 5 sempurna yang terpenuhi setiap harinya. Hindari juga makanan junk food serta makanan berlemak karena dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh.
3

Mengonsumsi Buah dan Sayuran

Buah-buahan dan Sayuran
jamu.com.vn
Setiap harinya tubuh kita harus diberi asupan nutrisi yang seimbang. Contohnya seperti vitamin, serat, nutrisi, kalsium dan zat penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. Semua zat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh tersebut, kebanyakan terdapat pada buah dan sayuran. Oleh karena itu, sering-seringlah mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari karena sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
4

Air Putih

Air Putih
ishape.id
Air putih merupakan minuman terbaik untuk merawat kesehatan dan kebugaran tubuh dibandingkan dengan minuman lainnya. Air putih dapat membantu tubuh untuk menetralisir racun serta melancarkan sistem metabolisme tubuh. Oleh karena itu, kamu sebaiknya mengonsumsi minimal 8 gelas air putih setiap harinya agar kesehatan dan kebugaran tubuhmu selalu terjaga.
5

Cukup Istirahat

iberita.com
iberita.com
Cara merawat tubuh agar selalu sehat dan bugar adalah penuhi hak tubuhmu setelah bekerja dengan istirahat yang cukup. Ketika sedang kondisi tertidur, tubuh kita akan bekerja untuk memulihkan kesegaran, melakukan regenerasi sel dan menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, jika kamu ingin agar kesehatan dan kebugaran tubuhmu selalu terjaga maka istirahatlah yang cukup setiap harinya.
Demikian cara merawat tubuh agar selalu sehat dan bugar. Cara-cara diatas mungkin terlihat mudah namun sering banyak orang yang melupakannya. Semoga kamu nggak termasuk ya. Oke, mungkin sampai disini saja penjelasannya. Jika bermanfaat, boleh di share ya artikelnya. Terima kasih.

Menjelaskan ciri-ciri pecahan uang yang digunakan sehari-hari

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang: orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama. Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Fungsi

Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli

Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
  • Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  • Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  • Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa pada masa mendatang.

Fungsi Turunan

Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain:
  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
  • Uang sebagai alat pembayaran utang
Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan
Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan pada masa datang.
  • Uang sebagai alat pemindah kekayaan
Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
  • Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.

Syarat-syarat

Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis

Uang rupiah
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk narik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya

Dinar dan Dirham, dua contoh mata uang logam.
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
  • Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar (riil), nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
  • Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut lembaga Uang mengeluarkannya

Menurut lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi uang kartal (kepercayaan) dan uang giral (simpanan di bank).
  • Uang Kartal (kepercayaan)
yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di Indonesia terdiri atas uang logam dan uang kertas.
  • Uang Giral (simpanan di bank)
yaitu dana yang disimpan pada koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek bilyet, giro, atau perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berwujud karena hanya berupa saldo tagihan di bank.

Menurut nilainya

Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)
  • Uang Penuh (full bodied money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • Uang Tanda (token money)
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Teori nilai uang

Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

Teori uang statis

Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

Teori uang dinamis

Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Uang dalam ekonomi

Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran ekonomi dan finansial. Monetarisme adalah sebuah teori ekonomi yang kebanyakan membahas tentang permintaan dan penawaran uang. Sebelum tahun 80-an, masalah stabilitas permintaan uang menjadi bahasan utama karya-karya Milton Friedman, Anna Schwartz, David Laidler, dan lainnya.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur persediaan uang, inflasi, dan bunga yang kemudian akan memengaruhi output dan ketenagakerjaan. Inflasi adalah turunnya nilai sebuah mata uang dalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. Interest rate, biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bank sentral seringkali diberi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengontrol persediaan uang, interest rate, dan perbankan.
Krisis moneter dapat menyebabkan efek yang besar terhadap perekonomian, terutama jika krisis tersebut menyebabkan kegagalan moneter dan turunnya nilai mata uang secara berlebihan yang menyebabkan orang lebih memilih barter sebagai cara bertransaksi. Ini pernah terjadi di Rusia, sebagai contoh, pada masa keruntuhan Uni Soviet.

Memegang alat tulis dengan tepat

Tekhnik Memegang Alat Tulis yang Benar.
Caranya :
  • Jepit Batang pensil sedikit keatas bagian yang kita raut dengan menggunakan ibu jari telunjuk.
  • Jarak di antara kedua jari tersebut haruslah membentuk lingkaran.
  • Perhatikan bagaimana kebanyakan orang memegang pensilnya.
  • Apakah dengan tekanan yang ringan ataukah masih memegangnya dengan tegang hingga jari-jarinya memutih.
  • Lipat jari ketiga (jari tengah) sedemikian sehingga pensil yang dipegang oleh kedua bersandar pada jari yang terlipat.
  • Remaslah jari ke-empat dan kelima (jari manis dan kelingking) ke arah telapak tangan dan biarkan sisi bagian bawah tangan yang memegang pensil terletak di atas permukaan kertas/media menulis.
  • Latihan terbaik dalam mempersiapkan pada anak usia dini yaitu:
  • Memegang krayon yang sudah pendek (tidak utuh lagi) kapur pendek
                        Dengan begitu kita akan mengetahui kegiatanya saat mencorat-coret atau mewarnai dengan menggunakan potongan krayon/kapur yang pendek bisa melatih kekuatan ketiga jari yang kelak digunakan untuk memegang pensil.
Hanya saja, mengingat usia yang masih dini, kita perlu berhati-hati untuk mengawasi si kecil saat bermain-main dengan krayon/kapur pendeknya, agar tidak sampai termakan atau tertelan.
                        Sering kali kita tidak memperhatikan Cara meulis yang dilakukan oleh anak, bagaimana cara mereka memegang alat tulis, bagaimana posisi duduk mereka saat menulis, dll. posisi anak dalam memegang alat tulis dengan cara yang Fatal/salah akan memberikan efek buruk pada pertumbuhan tulang.
  • Posisi Memegang Pensil yang Salah akan Mempengaruhi posisi duduk anak.
  • Contoh Gambar :
  •  
  • Tekhnik Menulis Yang Mengikuti Posisi Menulis.
  • Posisi Memegang Pensil Yang Benar ada Jarak yang cukup dengan Tulisan Sehingga Mudah di Lihat.
  • Contoh Gambar :
  • Jarak Yang Benar Dalam Menulis.
  • Akibat & Fakta yang ditimbulkan
  • Hal terburuk yang sangat mungkin terjadi dari posisi yang salah dalam menulis dapat menimbulkan kelainan pada pertumbuhan tulang. Beberapa masalah kelainan pada tulang yaitu:
  • Contoh Gambar :
  • Posisi Badan yang Salah dalam Menulis.
  • Kifosis : Kelainan Tulang yang Membengkok ke Depan, di Sebabkan Posisi Duduk yang sering membungkuk.
  • Skoliosis : Kelainan Pada Tulang yang Membengkok ke Samping.
  • Lordosis : Kelainan Pada Tulang yang Membengkok ke Belakang.
  • Efek Terburuk di atas Sangat Mungkin Terjadi, dan Salah Satu yang dapat dilakukan adalah Melakukan Pencegahan.

Berposisi duduk secara benar

Pengertian duduk

Duduk adalah meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dengan bertumpu pada pantat.

2.2 posisi duduk secara umum (universal) untuk laki-laki dan perempuan

Posisi  duduk yang benar dan dapatkan tulang punggung yang sehat

1. Duduk tegak dengan punggung lurus dan bahu ke belakang

Jika bokong telah menyentuh bagian belakang kursi, misalnya kursi kantor, tandanya Anda telah duduk dengan benar. Normalnya, lengkungan pada tulang belakang akan tampak saat kita duduk. Letakan bantal kecil sebagai penyanggah untuk membuat posisi lengkungan tulang belakang Anda normal.

2. Tekuk lutut pada sudut yang benar

Pastikan posisi lutut lebih tinggi dari pinggul, agar posisi duduk Anda proporsional.

3. Hindari menyilangkan kaki

Biasakan kaki Anda berpijak pada palang kayu yang ada di bawah meja. Dengan berpijak, kaki akan berada pada posisi tegak dan membuat tubuh Anda otomatis berada pada posisi duduk yang benar.

4. Letakkan kursi dekat dengan meja

Semakin dekat dengan meja tempat Anda bekerja, semakin sedikit pula otot yang bekerja untuk menariknya. Oleh karena itu, pastikan tempat duduk Anda dekat dengan tempat Anda bekerja agar otot lebih rileks.

5. Istirahatkan lengan dan siku

Regangkan sesekali lengan dan siku Anda sehingga bahu akan terasa lebih rileks.

6. Jangan melintir punggung

Saat Anda akan mengambil barang dalam posisi duduk, putarlah seluruh tubuh untuk meraihnya. Ini juga berlaku saat Anda duduk di kursi kantor dan jenis kursi lain yang dapat diputar.

Menjelaskan beberapa suku.

Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah, dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.

Setiap suku bangsa mempunyai upacara adat dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan. Misalnya Seperti sistem kepercayaan, sistem dekonomi,sosial budaya dan lain-lain. Dalam makalah ini akan membahas beberapa suku yang ada di indonesia diantaranya adalah suku batak dari sumatera, suku kerinci jambi, suku bugis dari makassar 

Mengucapkan maaf secara tepat

Banyak definisi dari kata maaf itu sendiri. Untuk apa sebenarnya maaf itu?? Sering kali kita mendengar maaf dari mulu kita ataupun orang lain. Sebenarnya apasih kata maaf. Maaf dapat di definisikan sebuah kata yang mungkin diperlukan dalam menyelesaikan sebuah konflik, tetapi maaf bukanlah pemecahan dari suatu masalah.
Apakah anda semua sering mendengar kata maaf? apakah anda sering memaafkan? di dalam hati pribadi anda berkata, dan hanya anda yang mengetahuinya.
“Maafkan semua kesalahan. Tetapi jangan lupakan kesalahan, agar kita bisa bercermin untuk tidak melakukan kesalahan yang sama”
kata di atas merupakan tujuan saya. setiap kata maaf yang terucap merupakan sebuah janji untuk tidak mengulangi semuanya. untuk berubah menjadi lebih baik. Karena dalam diri saya maaf akan sering selalu keluar. Banyak orang yang mengucapkan kata maaf diiringi dengan tangis. Ini adalah permintaan maaf tulus dari mereka dengan penyesalan untuk tidak mengulangi semua perbuatannya.
Di sinilah indahnya saling memaafkan. karena kata maaf membuat perdamaian, membuat kenyamanan antar sesama manusia. Maka, maafkanlah orang – orang yang selalu meminta maaf kepada anda. untuk sekarang, dan demi masa depan yang penuh dengan suasana nyaman dan damai.
“Memaafkan adalah jalan tercepat untuk sampai pada ke-Maha Pengasih-an Tuhan.”
“Jangan malu untuk meminta maaf. Jarang ragu untuk memberi maaf. MAAF dapat mendekatkan dua hati yang pernah terpisah”
Jadi jangan malu untuk meminta maaf terlebih dahulu, karena kata maaf itu merupakan suatu penyesalan dan janji tak akan mengulang semua kesalahan yang pernah terjadi. Cepatlah anda meminta maaf kepada orang karena kesalahanya atau kesalahan yang anda perbuat. Karena penyesalan terbesar ketika Ia sudah tidak ada untuk selamanya.
Jangan hanya menunggu waktu yang tepat. Karena itu bukanlah hal yang utama, terkadang waktu yang salah bisa menjadi yang paling sempurna.

• Mengucapkan sapaan yang sesuai

Kata sapaan adalah kata yang dipergunakan untuk menyapa seseorang. kata yang digunakan untuk menyapa seseorang, seperti ketiga buah kata yang terdapat pada contoh di atas.
Kata sapaan terdiri beberapa jenis, seperti berikut ini.
1. Kata sapaan yang menunjukkan hubungan kerabat seperti  kakek, nenek, bapak (ayah), ibu, paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.
2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti seperti kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona, dan sebagainya.
3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat seperti paduka yang mulia, yang terhormat, dan lain-lain.
4. Kata sapaan yang diikuti nama seperti  saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir, dan sebagainya.
Dalam buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dijelaskan, kata sapaan yang digunakan sebagai penyapaan atau pengacuan ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. Yang dimaksud dengan penyapaan adalah menyapa langsung baik ketika berhadapan (tatap muka) maupun melalui media seperti telepon atau media lainnya. Kegiatan menyapa langsung ini baru terjadi jika orang yang kita sapa adalah orang kedua (lawan bicara, orang yang diajak berbicara), bukan orang pertama (pembicara) atau orang ketiga (yang dibicarakan). Perhatikan contoh berikut!
(1)   Ibu bertanya, “Pukul berapa Ayah akan berangkat ke Jakarta?”
Kata ayah pada kalimat di atas adalah kata sapaan yang digunakan sebagai penyapaan karena digunakan untuk menyapa orang kedua (orang yang diajak berbicara). Kata sapaan ini harus ditulis dengan huruf kapital.
Perhatikan pula penggunaan kata ayah pada kalimat berikut:
(2)     Ayah berkata, “Sampaikan kepada ibu, hari ini, ayah akan terlambat pulang dari kantor.”
Kata ayah pada kalimat (2) di atas digunakan untuk menyapa orang pertama (diri pembicara sendiri) sehingga tidak termasuk sebagai penyapaan. Demikian pula dengan kata ibu pada kalimat tersebut bukan sebagai penyapaan karena mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan). Menurut EyD, penulisan kata seperti ini tidak boleh diawali dengan huruf kapital.
Perhatikan lagi penggunaan kata ayah pada kalimat (3) berikut ini!
(3)  Kita harus menghormati ayah yang telah memperjuangkan hidup kita.
Kata ayah pada kalimat (3) di atas mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan) sehingga tidak digunakan sebagai penyapaan. Kata seperti ini penulisannya juga tidak perlu diawali dengan huruf kapital.
Selain sebagai penyapaan, kata sapaan yang digunakan sebagai pengacuan awal katanya juga harus ditulis dengan huruf besar, seperti pada contoh berikut ini.
(4) Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
(5) Esok kami akan mengunjungi Ibu Saniah yang sakit.