Kata sapaan adalah kata yang dipergunakan untuk menyapa
seseorang. kata yang digunakan untuk menyapa seseorang, seperti ketiga buah
kata yang terdapat pada contoh di atas.
Kata sapaan terdiri
beberapa jenis, seperti berikut ini.
1.
Kata sapaan yang menunjukkan hubungan
kerabat seperti kakek, nenek, bapak (ayah),
ibu, paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.
2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti seperti kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona,
dan sebagainya.
3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat
seperti paduka yang mulia, yang terhormat,
dan lain-lain.
4.
Kata sapaan yang diikuti nama seperti saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir,
dan sebagainya.
Dalam buku Pedoman
Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dijelaskan, kata sapaan yang digunakan
sebagai penyapaan atau pengacuan ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya.
Yang dimaksud dengan penyapaan adalah
menyapa langsung baik ketika berhadapan (tatap muka) maupun melalui media
seperti telepon atau media lainnya. Kegiatan menyapa langsung ini baru terjadi
jika orang yang kita sapa adalah orang kedua (lawan bicara, orang yang diajak
berbicara), bukan orang pertama (pembicara) atau orang ketiga (yang
dibicarakan). Perhatikan contoh berikut!
(1)
Ibu bertanya, “Pukul berapa Ayah akan berangkat ke Jakarta?”
Kata ayah pada kalimat di atas adalah kata sapaan yang digunakan sebagai
penyapaan karena digunakan untuk menyapa orang kedua (orang yang diajak
berbicara). Kata sapaan ini harus ditulis dengan huruf kapital.
Perhatikan pula
penggunaan kata ayah pada kalimat
berikut:
(2)
Ayah berkata, “Sampaikan kepada ibu,
hari ini, ayah akan terlambat pulang
dari kantor.”
Kata ayah pada kalimat (2) di atas digunakan untuk menyapa orang pertama
(diri pembicara sendiri) sehingga tidak termasuk sebagai penyapaan. Demikian
pula dengan kata ibu pada kalimat
tersebut bukan sebagai penyapaan karena mengacu pada orang ketiga (yang
dibicarakan). Menurut EyD, penulisan kata seperti ini tidak boleh diawali
dengan huruf kapital.
Perhatikan lagi penggunaan kata ayah pada kalimat (3) berikut ini!
(3) Kita harus menghormati ayah yang telah memperjuangkan hidup kita.
Kata ayah pada kalimat (3) di atas mengacu pada orang ketiga (yang
dibicarakan) sehingga tidak digunakan sebagai penyapaan. Kata seperti ini
penulisannya juga tidak perlu diawali dengan huruf kapital.
Selain sebagai
penyapaan, kata sapaan yang digunakan sebagai pengacuan awal katanya juga harus ditulis dengan huruf besar,
seperti pada contoh berikut ini.
(4) Mereka
pergi ke rumah Pak Camat.
(5) Esok
kami akan mengunjungi Ibu Saniah yang
sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar